Pages

Saturday, July 11, 2009

Bulir Gerimis dan Air Laut


Coba lihat bulir-bulir gerimis itu.. Jika itu dulu, aku pasti langsung bertengger dijendela kamar, menghirup bau tanah basah dengan secangkir cappucino panas dan jazz ringan dibelakang. Tapi sekarang bau duren ini membuatku lapar, entah siapa pemiliknya. Sementara ombak masih menerpa ganas, menghantam sisi kapal, membuyarkan lamunanku. Aku hanya bisa terdiam sambil memperhatikan buih-buih ombak air laut yang menari-nari, memercik membasahi lantai kapal. Kembali aku tersadar akan kelemahanku, kelemahanmu, kelemahan kita semua, yang selalu saja pasrah atas keterbatasan-keterbatasan ini.

Disini aku mengingat-Mu, juga kamu untuk mengusir rasa takutku.

@KM BRR | Sabang, 11 Juli 2009
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
Posts RSSComments RSSBack to top
© 2011 Ruang Imitasi ∙ Designed by BlogThietKe
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0